Sosial Media
0
News
    Home Berita

    PSHT Perwapus Banten Gelar Sarasehan untuk Perkuat Konsolidasi

    "PSHT Perwapus Banten menggelar sarasehan di Tangerang sebagai ajang sambung rasa, konsolidasi, dan penguatan persaudaraan."

    3 min read

    sarasehan-psht-perwapus-banten

    Penulis: Rizka Nur Aisyah | Foto: Ipnu S. | Editor: M. Ridwan Habibie


    SH Terate Tangsel - Persaudaraan Setia Hati Terate atau PSHT Pengurus Perwakilan Pusat Banten menggelar sarasehan di Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus ajang sambung rasa untuk mempererat hubungan antarwarga dan pengurus PSHT di wilayah Banten.

    Sarasehan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus cabang, tokoh organisasi, hingga dewan penasehat pusat. Forum ini tidak hanya menjadi pertemuan resmi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi internal, menyamakan pandangan, serta meneguhkan kembali nilai-nilai luhur persaudaraan.

    Rangkaian acara dimulai dengan prosesi pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan Mars SH Terate sebagai bentuk kecintaan, kebanggaan, dan penguatan identitas terhadap organisasi.

    Dalam forum tersebut, sejumlah tokoh menyampaikan sambutan dan arahan. Sambutan pertama disampaikan oleh Kangmas H. Misnan, S.H., selaku Ketua 3 Ikatan Pencak Silat Indonesia atau IPSI Banten. Ia menegaskan bahwa PSHT memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai luhur pencak silat di tengah masyarakat.

    “Pencak silat bukan hanya soal kemampuan fisik, tetapi juga tentang budi pekerti, kedisiplinan, dan persaudaraan. PSHT selama ini telah menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai tersebut di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Perwapus Banten, Kangmas Anang Tjuswandi, S.H., M.H. Ia menyampaikan bahwa sarasehan menjadi wadah penting untuk mempererat komunikasi internal sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga PSHT di Banten.

    “Sarasehan ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi menjadi ajang sambung rasa. Kita ingin seluruh warga PSHT di Banten semakin solid, saling menguatkan, dan tetap menjaga marwah persaudaraan,” tutur Kangmas Anang.

    Menurut Kangmas Anang, kekuatan utama PSHT terletak pada nilai persaudaraan yang terus dijaga dan diwujudkan dalam setiap kegiatan organisasi. Ia berharap komunikasi yang baik dapat menjadi dasar bagi kemajuan PSHT di Banten.

    “Persaudaraan harus menjadi napas dalam setiap langkah kita. Dengan komunikasi yang baik dan hati yang terbuka, insyaallah PSHT di Banten akan semakin maju dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

    Kegiatan ini semakin bermakna dengan kehadiran Kangmas Irjen Pol (Purn) R. Ahmad Nurwahid, S.E., M.M., Wakil Ketua Dewan Penasehat Pusat PSHT. Dalam arahannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, kedewasaan berorganisasi, serta komitmen terhadap ajaran luhur Setia Hati Terate.

    “Warga PSHT harus mampu menjadi teladan di lingkungannya. Nilai persaudaraan, kesetiaan, dan keluhuran budi harus tercermin dalam sikap sehari-hari, bukan hanya dalam kegiatan organisasi,” pesannya.

    Ia juga menekankan bahwa forum sarasehan dan sambung rasa perlu terus dirawat sebagai sarana memperkuat hubungan emosional maupun organisatoris antarwarga PSHT.

    “Melalui sambung rasa, kita belajar mendengar, memahami, dan saling menguatkan. Inilah salah satu cara menjaga organisasi agar tetap besar, bermartabat, dan bermanfaat,” lanjutnya.

    Memasuki agenda inti, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing dan tukar pendapat. Pada sesi ini, para peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan, masukan, dan gagasan secara terbuka demi kemajuan organisasi.

    Dialog yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat soliditas, memperjelas arah gerak organisasi, serta meneguhkan kembali nilai persaudaraan sebagai fondasi utama PSHT.

    Sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan oleh seluruh hadirin. Nuansa sakral semakin terasa ketika rangkaian acara resmi ditutup dengan lantunan Hymne SH Terate.

    Sarasehan kemudian diakhiri dengan sesi ramah tamah. Para tokoh, pengurus, dan anggota membaur dalam suasana hangat penuh kekeluargaan.

    Melalui kegiatan ini, PSHT Perwapus Banten berharap semangat persaudaraan, kebersamaan, dan keluhuran budi terus terjaga. Sarasehan tersebut juga diharapkan menjadi pijakan bersama dalam memperkuat soliditas organisasi serta meningkatkan kontribusi PSHT bagi masyarakat.

    Komentar
    Additional JS